
Monday, March 30, 2009
Tips Aman Naik Kereta

85% Remaja Pernah Menonton Film Porno!!!
Hal itu disampaikan Hariyana S. Ajisaka, S.H., Ketua Forum Kependudukan Kab.Bandung usai acara temu remaja se-Kabupaten Bandung dengan tema"Problematika Pernikahan Dini" di Gedung Moh. Toha Soreang, Rabu (29/6).Disebutkan, dari 445 responden tersebut, yang statusnya sudah punya pacar94%, setuju berpacaran 90%, pernah melakukan pegang-pegangan dengan lawanjenis 100%, berciuman 65%, berpelukan 55%, pernah konsultasi seks 10%, berhubungan badan 0% dan aborsi 0%.Menurut Hariyana, data kuesioner yang diperoleh dari responden tersebut bisa dijadikan sebagai gambaran kondisi para remaja pada umumnya di Kab. Bandung.Situasi seperti itu pula bisa mendorong mereka untuk melakukan pernikahan dini.
Oleh karena itu, Forum Kependudukan Kab. Bandung sengaja mengusung tema problematika pernikahan dini dalam pertemuan tersebut. "Kenyataannya diKab. Bandung masih banyak masyarakat yang melakukan pernikahan dini danperceraian."Hariyana prihatin, karena data di Pengadilan Agama Cimahi dan Kab. Bandung dalam satu tahun yang melakukan gugat cerai sedikitnya mencapai 1.900.Sedangkan pasangan yang usianya 17-26 tahun saat menikah mencapai 600-700perkara. Sebanyak 70% gugatan cerai yang dilakukan wanita karena masalah ekonomi. Penyebab perceraian lainnya karena kekerasan dalam rumah tangga dan pengaruh pihak ketiga.
Tabukan seks Psikolog Elma Triyulianti, S.Psi., yang menjadi nara sumber dalam seminar dan diskusi dalam temu remaja, saat dimintai tanggapannya soal angka 85 %remaja pernah menonton film porno mengatakan, hal itu akibat para orang tua yang menabukan tentang seks."Orang tua tidak mau menjelaskannya. Mereka hanya melarang membincangkan seks, tetapi tidak bisa menjelaskan alasan pelarangan atau tabu tersebut.Kalau saja diterangkan baik dari sisi sosial, religius dan aspek kesehatansecara jelas, kemungkinan para remaja akan mematuhinya. Namun, karena banyak dihalang-halangi, sedangkan rasa ingin tahu mereka cukup kuat, mereka akanmencari tahu dengan caranya sendiri," kata Elma.Disebutkan pula, selain orang tua harus mampu memberikan penjelasan tentang seks dengan cara yang tepat, benteng pribadi para remaja juga harus dikuatkan sehubungan dengan semakin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang.
TantanganBupati Bandung H. Obar Sobarna dalam pertemuan remaja itu mengakui,komposisi penduduk usia muda di Kab. Bandung yang cukup tinggi membawa dampak terhadap usia kawin muda. Usia kawin muda di bawah 19 tahun bagilaki-laki sebanyak 130.956 jiwa (6,84 %) dan bagi perempuan sebanyak 355.819jiwa (19,73 %)."Kondisi ini merupakan tantangan yang harus ditanggulangi semua pihak,dengan melakukan sosialisasi program pendewasaan usia perkawinan (PUP) dan penundaan anak pertama (PAP) secara berjenjang dan aktif," kata Obar.
Pada acara temu remaja tersebut selain dilakukan diskusi, juga digelar seminar sehari yang mendatangkan narasumber H. Sudirman dari PengadilanAgama Kab. Bandung/Cimahi, dr. Etty Kasubdin. Kesehatan Keluarga Depkes Kab.Bandung, Dra. Irawati, Seksi Remaja dan Perlindungan Hak-hak Reproduksi(PHR) BKKBN Prov. Jabar dan psikolog Elma Triyulianti.
Sunday, March 29, 2009
Cara mengendara motor yang aman

Sedikit berbagi pengetahuan buat para bikers sejati,
Untuk dapat mengemudikan dengan baik :
Ambil posisi duduk yang nyaman, dapat mencapai stang kemudi dengan baik posisi siku tidak lurus tetapi tertekuk sedikit sehingga dapat membelokkan motor dengan sempurna tanpa harus menggerakan pinggang.
Dapat memegang stang kemudi dengan mantap, genggam hendel sedemikian sehingga dapat menarik tuas kopling dan tuas rem depan dengan baik, stel stang dan kedudukan tuas rem serta kopling pada posisi siku dan tangan kiri dan kanan pada ketinggian yang sama sehingga otot bahu dan tangan seimbang kiri dan kanannya.
Lutut agar dirapatkan kearah tangki, kecuali pada bebek lutut tidak direnggangkan untuk mempermudah menyeimbangkan dan kestabilan jalannya motor.
Letakkan kaki pada pedal kaki untuk menyeimbangkan jalannya motor, letakkan posisi kaki dekat pada rem belakang ataupun gigi percepatan sehingga dapat bereaksi dengan cepat bila menghadapi kondisi lalu lintas yang berbahaya.
Membelok
Pengendara motor sering berjalan terlalu kencang ditikungan atau pada saat membelok yang sering mengakibatkan terpaksa keluar lajur atau masuk ke jalur lawan atau keluar dari jalan ataupun bereaksi terlalu keras dengan menginjak rem secara mendadak yang dapat mengakibatkan motor tergelincir.
Untuk dapat menikung dengan baik harus mengambil langkah:
Mengurangi kecepatan dengan mengecilkan gas, dan bilamana diperlukan, mengerem dengan kedua rem depan dan belakang
Amati tikungan atau belokan yang akan dilalui, pilih lintasan yang akan dilalui, arahkan kepala kejurusan yang akan dilalui tanpa menggerakkan bahu serta posisi mata tetap pada bidang datar/horizontal
Untuk membelok pengendara harus memiringkan motornya untuk mengatasi gaya sentrifugal, pada kecepatan normal pengendara ikut memiringkan badan dan pada kecepatan rendah hanya motornya saja yang dimiringkan.
Hindari menurunkan kecepatan pada saat sedang membelok, lebih baik mempercepat perlahan-lahan.
Mengerem
Jarak pengereman tergantung pada rem mana yang digunakan, rem depan lebih baik dari rem belakang, akan lebih baik kalau menggunakan kedua rem sekaligus karena dapat berhenti pada jarak yang lebih pendek dalam keadaan lebih stabil. Penggunaan rem depan saja atau rem belakang saja pada kecepatan tinggi dapat mengganggu kestabilan jalannya motor terutama pada saat jalan dalam keadaan basah ataupun berpasir, bahkan bisa terjatuh. Untuk itu disarankan untuk menggunakan kedua rem.
Pada saat ditikungan gesekan dijalan sebagian digunakan untuk mengatasi gaya sentrifugal sehingga gaya pengereman berkurang dan dapat mengakibatkan slip.
Pemindahan versneling
Pemindahan gigi versneling harus disesuaikan dengan kecepatan motor melaju, ataupun pemindahan ke gigi yang lebih rendah pada saat menikung, pergantian gigi dapat juga dilakukan pada saat ditikungan, jangan menarik kopling pada saat berada ditikungan kecuali pada saat mengganti gigi versneling. Demikian juga pada saat melalui lintasan yang menurun perlu digunakan gigi yang rendah ataupun pada saat menanjak perlu menggunakan gigi yang rendah untuk memberikan tenaga yang lebih besar.
Pada saat menurunkan gigi versneling dilakukan pada saat menurunkan kecepatan.
Tips Mengendara yang Baik

1. Jangan memanaskan mesin terlalu lama. Memanaskan mesin mobil, sebenarnya hanya membutuhkan waktu 3 menit saja. Atau, ketika jarum penunjuk suhu mesin sudah mulai bergerak. Itu berarti Anda sudah bisa menggunakan mobil.
2. Jika Anda ingin melajukan mobil lebih cepat, setelah pedal gas ditekan sedikit, langsung saja pindahkan gigi ke posisi yang lebih tinggi. Jangan tunggu sampai putaran mesin naik.
3. Jika Anda terpaksa menekan pedal gas cukup dalam, usahakan tidak lebih dari 80%. Manfaatkan gaya dorong mobil untuk melakukan percepatan saat Anda ingin melajukan mobil lebih cepat;
4. Gunakan gigi yang paling tinggi ketika Anda sedang melaju cepat di jalan tol. Dengan begitu, putaran mesin pun akan tetap rendah, dan pemakaian bahan bakar pun bisa lebih dihemat;
5. Jika Anda sedang melaju di jalur yang cukup lowong, misalnya di jalan tol, usahakan kecepatan mobil berada di sekitar 70 km/jam. Ini adalah kecepatan yang paling pas dan terhitung ekonomis. Jika Anda melebihi kecepatan tersebut, putaran mesin akan meninggi, dan konsumsibahan bakar akan semakin boros.